Ma'badong

Tarian upacara dari Toraja, Sulawesi Selatan yang diadakan pada upacara kematian.

Landscape Perkampungan di Toraja

Rumah adat tongkonan dan Lumbung yang berjejer membentuk suatu kesatuan yang indah dipandang mata.

Pesta Kembang Api di Bundaran Kolam Makale

Acara ini diadakan setiap tahun bersamaan dengan Lovely December.

Tengkorak Kepala Manusia di Ke'te Kesu

Pemandangan ini bisa di temukan di beberapa tempat di Toraja salah satunya di ke'te kesu, Rantepao.

Adu Kerbau "Tedong Silaga"

Acara ini bagian dari ritual adat rambu solo " Upacara Kematian " dan merupakan acara yang paling seru.

Sunday, 1 November 2015

Disclaimer

Disclaimer for Portal Solata

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at http://www.portalsolata.com/2017/02/disclaimer.html

Disclaimers for www.portalsolata.com:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.portalsolata.com does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.portalsolata.com), is strictly at your own risk. www.portalsolata.com will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.

From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.

Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Thursday, February 9th, 2017
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.




Wednesday, 28 October 2015

Kuburan Gua Alam Sa'pak Bayo-Bayo


Toraja Goes To The World Cultural Heritage,
Membahas tentang Toraja mungkin tidak akan pernah ada habisnya, sebuah daerah yang dikenal sampai ke daratan Eropa karena berbagai macam keunikan budaya, adat istiadat, masyarakat yang ramah serta didukung dengan panorama alam yang indah. Masyarakat yang tetap memegang tradisi nenek moyang ditengah era moderenisasi, sebuah tradisi yang mungkin tidak akan pernah dijumpai ditempat lain selain di tanah ini. Tidak lepas dari segala keunikannya mungkin terasa sedikit aneh bagi orang yang belum pernah mengujungi Toraja ketika melihat sebagian daftar objek wisata di Toraja adalah kuburan. Kuburan yang biasanya menggambarkan kesan menyeramkan ternyata tidak berlaku di tanah yang kini menjadi buah bibir sebagian wisatawan lokal dan mancanegara, Ya kuburan yang dikelilingi oleh tengkorak, tulang belulang dan peti mayat  malah menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan.

Proses Penguburan Jenazah di Tebing Batu
Dok: Ardin Putra Kondo

Kebiasaan nenek moyang masyarakat Toraja menyimpan jenasah dalam gua/tebing batu menjadi salah satu faktor penting bagi Toraja untuk mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai salah satu Warisan Dunia. Tradisi langkah yang tetap dijaga kelestariannya kini menjadi salah satu magnet yang menarik wisatawan untuk mengunjungi Tondok Lepongan Bulan Tana Matari Allo. Tradisi yang  yang seringkali mengundang tanya dalam hati kecil wisatawan mengapa nenek moyang orang toraja menguburkan jenazah dalam lubang batu ? tapi menurut beberapa sumber salah satu alasannya, nenek moyang masyarakat Toraja beranggapan bahwa tanah adalah unsur suci sumber kehidupan yang tidak boleh dikotori dengan menguburkan mayat dalam tanah sehingga nenek moyang orang Toraja lebih memilih menyimpan mayat dalam gua batu.
*****

Berbicara tentang objek wisata kuburan di Toraja, mungkin sudah terlalu familiar dengan objek wisata kuburan seperti Londa, Lemo, Ke'te Kesu, Suaya, dan Lo'ko Mata, tetapi pernahkah anda mendengar objek wisata bernama Sa'pak Bayo-Bayo? memang terdengar asing ditelinga wisatawan bahkan orang Toraja sekalipun masih tidak tau dengan keberadaan tempat ini. Sebuah kuburan gua alam di Toraja yang terletak di lembang/desa Lampio kecamatan Sangalla' Utara yang menyimpan potensi yang besar sebagai salah satu warisan nenek moyang kita. Sa'pak Bayo-Bayo adalah objek wisata yang masih sangat minim akan informasi tidak sepopuler dengan objek wisata lain di Toraja, sampai saat tulisan ini dibuat belum ada sumber lain yang mengulas tentang objek wisata yang satu ini. 
Salah Satu Tengkorak Manusia di Sa'pak Bayo-Bayo
Dok: Portal Solata
Objek wisata ini merupakan salah satu potensi wisata di kabupaten Tana Toraja akan tetapi sampai saat ini belum di kelola oleh pemerintah daerah Tana Toraja. Sa'pak Bayo-Bayo merupakan sebuah objek wisata yang masih sangat alami tidak seperti objek wisata lain yang ramai akan kunjungan wisatawan objek wisata ini masih sangat sepi bahkan bisa dikatakan yang mengunjungi tempat ini hanya orang-orang tertentu karena belum ada sumber yang menyediakan informasi tentang objek wisata ini bahkan dinas pariwisata toraja sekalipun. Sama seperti objek wisata kuburan lainnya, di Sa'pak Bayo-Bayo banyak dijumpai tulang belulang, tengkorak manusia dan erong (peti mayat) yang sudah mulai hancur termakan usia, yang membedakan sa'pak bayo-bayo ketika kita mengunjunginya adalah suasana yang masih sangat alami jauh berbeda dengan objek wisata lain yang sudah ramai dengan wisatawan. Pada gua alam ini terdapat 4 buah lubang gua, masyarakat Toraja menyebutnya dengan nama lo'ko'    yaitu Lo'ko' Ne' Pendang, Lo'ko' Tarru', Lo'ko' Bekak dan Lo'ko' Kalumpini.  

Lo'ko Ne' Pendang 
Tampak Lo'ko Nek Pendang dari Luar
Dok: Portal Solata
Tampak Dalam Lo'ko' Ne' Pendang
Dok: Portal Solata
Ketika kita melangkahkan kaki ke Lo'ko Nek Pendang kita akan disambut oleh tulang belulang serta tengkorak yang berserakan dimana-mana dan sebagian yang tersusun di atas batu-batu besar. Pemandangan di luar tidak jauh beda dengan pemandangan didalam gua yang terlihat hanya tengkorak dan tulang belulang beserta erong yang berserakan tak beraturan yang membuat kita sedikit merinding karena suasana yang agak gelap.

Lo'ko Tarru'
Tampak Bagian Depan Gua
Dok: Portal Solata
Tampak Dalam Lo'ko Tarru'
Dok: Portal Solata
Lo'ko Tarru' memiliki lubang yang cukup besar dan luas hampir sama dengan Lo'ko Ne' Pendang. Hal yang sama akan kita jumpai di lo'ko tarru adalah tulang belulang, tengkorak dan erong yang berusia ratusan tahun berserakan di mana-mana.

Lo'ko' Bekak

Tampak Lo'ko Bekak dari Mulut Gua
Dok: Portal Solata
Bagian Bawah Lo'ko' Bekak
Dok: Portal Solata
Lo'ko' Bekak merupakan gua yang paling besar dan luas di banding ketiga gua lainnya bentuknya pun sedIkit berbeda. untuk masuk kedalam gua ini kita harus turun melewati tumpukan erong yang berserakan bersama tulang belulang yang akan membuat suasana sedikit berbeda ditambah udara yang sedikit lembab. 

Lo'ko Kalumpini

Pada Lo'ko Kalumpini tidak di jumpai adanya tengkorak serta Erong. lubang ini terlihat kosong hanya ada sebuah lubang yang menghubungkan dengan Lo'ko Tarru'.
Lubang Yang Menghubungkan Lo'ko Kalumpini dengan Lo'ko Tarru'
Dok: Portal Solata

Cerita dan Mitos Tentang Sa'pak Bayo-Bayo 
Menurut informasi masyarakat setempat disekitar Sa'pak Bayo-Bayo ada beberapa anak sungai kecil yang mengalir masuk kedalam lubang batu dan akan bermuara di sebuah sungai yang jaraknya cukup jauh dipisahkan oleh sebuah gunung batu.
Muara Sungai Bawah Tanah Sa'pak Bayo- Bayo
Dok: Portal Solata
Banyak cerita dan mitos yang muncul dengan aliran sungai ini entah benar atau tidak jika ada sebuah benda baik itu berupa ranting-ranting pohon, bangkai binatang atau apapun yang terbawa arus air yang masuk ke lubang gua tersebut tidak akan pernah ditemukan muncul di sungai tempat bermuara air tersebut dan air yang muncul di muara tersebut selalu bersih tidak pernah tercemar.
Sumur Keramat Sa'pak Bayo-Bayo
Dok: Portal Solata
Di Sa'pak Bayo Bayo terdapat sebuah sumur  keramat yang terletak di pinggir sungai yang menjadi muara gua tersebut, menurut cerita jika seekor burung terbang tepat di atas sumur tersebut dan bayangan (Bayo Bayo) dari burung  melitasi sumur maka entah apa yang menyebabkan burung itu langsung jatuh kedalam sumur, Secara logika ini mungkin sulit di terima tapi cerita inilah menjadi asal nama Sa'pak Bayo Bayo "Bayangan". Sebuah cerita mitos yang sudah turun temurun dari generasi ke generasi dan sampai saat ini tetap dipercaya dan diyakini kebenarannya oleh masyarakat disekitar Sa'pak Bayo-Bayo.
*****

Gua alam Sa'pak Bayo-Bayo sebuah objek wisata yang sangat alami bisa dikatakan sebagai salah satu pilihan wisata anti mainstream di Toraja. Mengunjungi tempat wisata ini akan memberikan suasana yang sedikit berbeda dengan tempat lain, ya... mungkin suasana mistisnya akan sedikit lebih terasa ditambah dengan cerita mitos masyarakat setempat. Untuk mengunjungi Sa'pak Bayo-Bayo tidaklah susah letaknya sekitar 8 km dari Kota Makale dan sekitar 2 km sebelum objek wisata Kuburan Bayi Kambira. Anda cukup bertanya kepada masyarakat sekitar untuk sampai disana.

Itulah sedikit ulasan saya tentang salah satu potensi objek wisata yang sampai saat ini belum dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Semoga dengan adanya tulisan ini akan memberikan info dan awal dari munculnya tulisan-tulisan lain sehingga objek wisata yang saat ini belum dikenal suatu saat nanti akan lebih dikenal masyarakat luas. Harapan saya semoga kita semakin menghargai warisan-warisan dari leluhur kita sehingga orang lain juga akan lebih menghargainya.

*****

Info Objek Wisata Terdekat/ Silahkan klik link

Kurre Sumanga'/Terima Kasih


Thursday, 24 September 2015

Bagian II: Daftar Hotel di Toraja


Lanjutan...
 
Indra II Hotel
Bintang 1
Landorundun No. 63 Rantepao, Toraja. 0423-21583
Rp. 300, 400, 500, 700.
Indra II Hotel

Hotel Duta 88
Jl. Emy Saelan - Rantepao - Toraja Utara -
Tlp. 0423 23477   
Hotel Duta 88














Hotel Hiltra
Jl. Pramuka No. 70 Rantepao - Toraja Utara
Tlp. 62 423 - 27323 / 25257. 

Hotel Hiltra














Hotel Madarana
Jl. Sa'dan - Malangngo' Rantepao - Toraja Utara.
Tlp. 62 423 - 23777. 
Hotel Madarana





Hotel Pison
Jl. Pongtiku II/8m Rantepao
Telp: 0423-21344
Hotel Pison

Hotel Nonongan Resort
Jl. Jurusan Makale -Alang-Alang - Rantepao - Toraja Utara. Tlp. 62 423 - 23101. 
Hotel Toraja Cottage
Jl. Jurusan Palopo – Rantepao Kabupaten Toraja UtaraTel: +62-423-21268
Hotel/Wisma Fios
Jl. Abdul Gani No. 1 D - Rantepao - Toraja Utara - Tlp. 0423 27268
Hotel Victoria
Jl. A. Mappanyukki Rantepao
Hotel Sallebayu
Jl. Ke’te’ Kesu’  Tel: +62-423-23469
Hotel Marlin Inn
Jl. Andi' Mappanyukki No. 75 Rantepao - Toraja Utara
Hotel Monton
Jl. Abd. Gani No. 14A Rantepao - Toraja Utara Tlp. 62 423 - 21675.
Hotel Pia's Poppies
Jl. Pongtiku - Rantepao - Toraja Utara Tlp. 62 423 - 21121.
Hotel Rantepao Lodge
Jl. Rura Pao - Eranbatu - Rantepao - Toraja Utara Tlp. 62 423 - 21248 / 23717. 
Hotel Kambuno
Jl. Jurusan Palopo - Rantepao - Toraja Utara - Tlp. 0423 25104
Hotel Palma
Jl. Poros Palopo - Bolu - Rantepao - Toraja Utara - Tlp. 0423 23789
Hotel Batupapan
Jl Pongtiku No 130 Makale Tlp. (0423) 22559
Hotel Sangalla' 
JL. Pongtiku No. 509 Makale Poros Makale - Rantepao
Tlp. ( 0423 ) 24485.  Fax  ( 0423 ) 24485
Emaill  hotelsangalla@yahoo.co.id
Hotel Puri Artha
Melati 3
Pontiku 114, Makale, Toraja. 0423-22470, 22079
Rp. 100, 150, 200. 
Hotel Makula'n Restoran
Permandian Air Panas Makula' Sangalla'

Itulah beberapa informasi beberapa hotel yang ada di toraja. Semoga informasi yang dibagikan kali ini bermanfaat bila ingin berkunjung ke toraja. Mohon maaf apabila kualitas gambar yang kurang bagus.
Salam Portal Solata


Wednesday, 23 September 2015

Bagian ke II: Berbagai Jenis Kerbau "Tedong" Yang Ada di Toraja



Lanjutan...
Baca Bagian I: Jenis Kerbau Berdasarkan  Corak Warna Kerbau

Berdasarkan Bentuk Tanduk Kerbau.
Selain warna bulu kerbau untuk mengadakan suatu acara pemakaman yang sempurna maka keluarga bangsawan harus menyiapkan tedong tanda (wajib ) untuk sebuah upacara pemakaman yang besar. Maka kerbau di toraja juga di bedakan jenisnya berdasarkan bentuk tanduk kerbau. Berikut ini jenis-jenisnya.

Tedong Ballian

Tedong Balian

Jika di lihat secara sepintas jenis kerbau yang satu ini adalah yang juara,hal ini di karenakan ciri utama dari kerbau ini terletak pada tanduk yang panjangnya bisa sampai 2 meter, dengan badan gempal,dengan corak warna hitam ke abu-abuan, kebanyakan kerbau ini di kebiri. Tedong balian merupakan kerbau yang sudah langka dan merupakan tedong tanda (wajib) untuk upacara pemakaman bangsawan toraja sehingga harganya juga mahal diatas 100 juta. Ciri identik dengan kerbau balian adalah tanduknya yang panjang ke samping tidak seperti kerbau normal pada umumnya.

Tedong Tekken Langi'

Tedong Todi' Tekken Langi'
Salah satu jenis kerbau yang unik karena tanduk yang tidak sejajar,jenis kerbau ini dapat kita jumpai di setiap pesta adat lengkap,dengan ciri khusus tanduk sebelah kiri naik,sementara sebelah kanan ke bawah atau sebaliknya. kerbau ini merupakan kerbau yang langka dan harganya juga mahal diatas kisaran 100 juta rupiah.

Tedong Sokko 

Tedong Bonga Sokko
Kerbau ini hampir sama dengan kerbau lainnya yang membedakan adalah bentuk tanduk yang unik karena mengarah ke bawah dan hampir bertemu di bawah leher. Tedong sokko jenis kerbau yang sudah langkah dijumpai dan merupakan tedong tanda (wajib) untuk melakukan ritual pemakaman untuk bangsawan toraja. Setiap tahun harga kerbau jenis ini semakin mahal dan akan lebih mahal lagi ketika kerbau berwarna belang. Harganya berkisar 50 juta sampai ratusan juta rupiah.
 
Itulah informasi yang dapat di bagikan tentang jenis-jenis kerbau yang ada di toraja baik itu dari corak warna kerbau ataupun dari bentuk tanduk kerbau. Mungkin masih ada yang tidak sempat dituliskan  ataupun perlu dikoreksi dari tulisan ini, silahkan sampaikan di kolom komentar. Semoga portal solata bisa memperbaiki dan melengkapi kekurangan dari tulisan ini.
Kurre Sumanga'

Salam Portal Solata
Sumber Foto: Grup Facebook Komunitas Pecinta Tedong Silaga



Monday, 21 September 2015

Pesona Batu Tumonga " Negeri di Atas Awan"


Mendengar kata toraja mungkin yang terbersit dalam benak anda adalah  upacara pemakaman, kerbau yg mahal, rumah tongkonan dan kuburan yang dipenuhi tengkorak dan tulang belulang, tapi sebenarnya toraja adalah  salah satu daerah yang menyimpan sejuta potensi. Keindahan alam adalah salah satu pesona yang bisa anda temukan di toraja. 
Sebuah sudut jalan di kampung batu tumonga
Foto: Eric Mapaley
Udara yang dingin dan segar, kabut tebal dan awan seperti kapas, terasering sawah yang ditutupi padi yang menguning semua bisa anda temukan di Batu Tumonga. Sebuah kampung kecil yang terletak di lereng gunung sesean yang merupakan gunung tertinggi di toraja. Penat dengan rutinitas di kota yang penuh polusi mungkin anda dapat melepaskannya di sini dengan menghirup segarnya udara pegunungan, sambil menikmati panorama alam yang membentang di bawahnya. 
Ketika anda mengunjungi batu tumonga jangan heran kalau anda menjumpai batu besar di tengah sawah dengan sebuah miniatur rumah tongkonan disampingnya, ya bukan toraja namanya kalau tidak unik menguburkan jenazah didalam batu besar adalah sebuah tradisi dari nenek moyang orang toraja, tidak peduli letak batu yang digunakan baik itu di tebing,disamping rumah, di gunung bahkan di sawah pun banyak di jumpai.
Lautan awan menutupi kota rantepao dan sekitarnya
Foto: Indonesian Holic
Foto: Randy. W
Menghabiskan pagi anda di batu tumonga akan menjadi sebuah momen yang anda harus rasakan, ketika kampung batu tumonga diselimuti oleh kabut dan sekumpulan awan putih yang menutupi daerah disekitar mungkin anda akan merasa sedang berdiri di sebuah negeri lain, berdiri ditengah awan putih dan perlahan awan itu akan hilang tertiup angin seiring munculnya matahari dari balik awan. Ketika awan putih mulai mehilang dari jauh anda akan melihat sebuah kota kecil di kelilingi sawah dan bukit, ya itulah kota rantepao. dari batu tumonga anda bisa menikmati pemandangan kota rantepao dan kampung kampung disekitarnya.

Batu tumonga adalah sebuah kampung kecil yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kendaraan, mungkin anda hanya akan menemukan masyarakat yang sedang melakukan aktivitasnya baik itu yang ke sawah ataupun anak sekolah yang berangkat berjalan kaki menuju sekolahnya. Menikmati hangatnya segelas kopi toraja yang nikmat di pagi hari adalah pilihan yang tepat sambil menikmati dinginnya udara batu tumonga.
Sudah terlalu jauh membahas batu tumonga mungkin anda butuh sedikit petunjuk untuk sampai disana. batu tumonga berjarak sekitar 20 km dari kota rantepao. untuk sampai kesana ada beberapa pilihan transportasi yang bisa anda gunakan bisa dengan menumpang kendaran umum dari terminal bolu rantepao, menyewa/mobil/motor yang akan membawa anda ke batu tumonga pilihan ini lebih direkomendasikan demi kenyamanan mengingat jalan yang berkelok-kelok. Tak jarang di jumpai juga turis-turis asing yang memilih jalan kaki/tracking dengan melewati jalur berbeda yang lebih dekat tapi lebih menanjak.
Pemandangan sawah disekitar kampung batutumonga
Foto: Penerbit
Tinimbayo salah satu pemandangan dalam perjalanan menuju batu tumonga
disini terdapat penginapan dan coffee shop
Foto: Penerbit
Ketika sampai disana anda direkomendasikan untuk bermalam agar bisa menyaksikan keindahan batutumonga di pagi hari. tak perlu takut akan masalah penginapan di batutumonga terdapat beberapa losmen/wisma di samping itu juga terdapat sebuah hotel tentunya dengan harga yg sedikit lebih mahal. itulah sedikit informasi tentang destinasi wisata batu tumonga, orang sering menyebutnya dengan Negeri di Atas Awan semoga bisa menjadi bagian dalam agenda wisata anda .

Salam Portal Solata


Thursday, 20 August 2015

Mengintip Keunikan Pasar Bolu di Toraja


PASAR BOLU RANTEPAO
Pasar mungkin bukan sebuah tempat istimewa di daerah lain akan tetapi Pasar Bolu merupakan pasar yang terletak di Rantepao Toraja Utara memiliki keunikan-keunikan yang tidak di miliki pasar lain
untuk menuju ke pasar ini cukup mudah yaitu sekitar 1.5 km dari kota Rantepao dan dapat dicapai dengan menaiki angkutan umum.Tarifnya pun cukup murah hanya Rp.5.000 dengan total waktu perjalanan 10 menit saja.
Pasar ini beroprasi setiap hari kecuali untuk pasar hewan hanya buka sekali dalam 6 hari. Alangkah baiknya jika anda datang pada hari pasaran tersebut karena anda akan menjumpai berbagai jenis kerbau yang membanjiri pasar ini.Alhasil ,pada hari pasaran banyak wisatawan yang memanfaatkan momen ini  untuk bertualang di pasar terbesar di Toraja Utara ini.


BUFFALO MARKET (PASAR KERBAU)
Pasar bolu diberi julukan sebagai pasar kerbau/ pasa tedong .Hal ini dikarenakan sedikitnya terdapat tidak kurang dari 500 ekor yang diperjualbelikan di pasar ini dengan harga mulai dari yang paling murah seharga belasan Juta rupiah hingga rutusan juta rupiah. Adapun yang menjadi tolak ukur dari nilai sebuah kerbau adalah jenis kerbau tersebut, warna kulit dan bulu,postur ,tanda-tanda di badan,tanduk dan masih banyak lagi.

Pemandangan Ratusan Kerbau Di Tengah Pasar

Bila dibandingkan dengan berbagai jenis kerbau yang ada di Indonesia,kerbau asal Toraja fisiknya jauh lebih besar, kekar dan gemuk di banding dengan kerbau di daerah lain di Indonesia. Yang terutama adalah warna yang membuatnya menjadi spesial.
Kerbau Saleko seharga mobil mewah

Berbagai jenis kerbau yang bisa kita temui di pasar ini yaitu :
1. Kerbau Saleko atau dikenal sebagai kerbau bule yang harganya paling mahal yaitu ratusan juta rupiah bahkan sampai 1 miliar rupiah
2. Kerbau Bonga  yaitu jenis  kerbau yang bagian kepalanya saja seperti kerbau Saleko,sedangkan bagian badannya berwarna kelabu atau hitam.
3. Kerbau Teken Langit yaitu jenis kerbau yang memiliki tanduk silang (satu menghadap ke atas, satu menghadap ke bawah)
4. Kerbau Balian yaitu jenis kerbau yang dikebiri
5. Kerbau Kudu yaitu kerbau hitam biasa yang harganya paling murah


Dalam masyarakat Toraja, kerbau punya peranan penting dalam kehidpupan mereka khususnya dalam nilai budaya dan ekonomi. Kerbau  atau dalam bahasa setempat tedong merupakan lambang kemakmuran. Tidak heran jika pada saat upacara adat kematian atau Rambu Solo,kerbau menjadi salah satu ukuran utama yang harus dikorbankan. Jumlah kerbau yang dikorbankan menjadi salah satu tolok ukur kemakmuran bagi keluarga yang menyelenggarakan upacara adat tersebut 


PASAR YANG MENJUAL RATUSAN  BABI 
Di Pasar Bolu anda juga akan menemukan sebuah pemadangan yang tak lazim yaitu sekumpulan babi yang tersusun rapi. Babi juga merupakan salah satu hewan yang diperjualbelikan di tempat ini. Pada saat menjelajahi tempat penjualan babi,tampak ada babi yang dibuatkan kandang khusus dan juga ada pula yang diiikat pada bilah bambu dan diletakkan di tanah.Harga babi yang ditawarkan pun  bervariasi,tergantung dengan ukuran dan jenis babi yang hendak dibeli.Untuk harga seekor  anak babi sekitar Rp. 400.000 hingga Rp.800.000, dan jika hendak membeli babi ukuran dewasa sekitar Rp.3.000.000 hingga Rp.10.000.000 .Hal ini pun didasarkan lagi pada  babi yang hitam pekat atau yang memiliki warna belang belang pada kulitnya. Babi yang bewarna belang harganya agak murah dibandingkan dengan kerbau yang bewarna hitam pekat.
Babi Yang Siap di Jual

Semua Transaksi di lakukan secara tunai
Foto: obendon.com


SOUVENIR DAN KERAJINAN TANGAN
Bagi anda yang suka belanja anda tidak perlu kawatir karena di pasar bolu juga menjual barang barang yang lain. Anda akan menemukan berbagai jenis pernak-pernik khas Toraja seperti:

Miniatur Rumah Tongkonan.
Harga yang ditawarkan bervariasi ,mulai dari harga Rp.200.000 hingga jutaan rupiah 
Parang Toraja
Parang Torajapun bervariasi ,ada yang ukuran besar dan kecil.Untuk harga yang paling murah sekitar Rp.150.000 dan paling mahal sekitar Rp.750.000
Baju Toraja. 
Ada berbagai jenis baju yang ditawarkan di pasar ini. Jika menginginkan baju kaos  harganya sekitar Rp.50.000, baju batik Toraja sekitar Rp.70.000, dan untuk baju adat toraja sekitar Rp.300.000
Ukiran Toraja
Berbagai jenis ukiran yang disajikan di tempat ini ,ada yang menggambarkan panorama alam,kerbau maupun rumah adat Toraja.Harganya mulai dari Rp.100.000 hingga Rp. 500.000.
Aksesoris 
Aksesoris yang dijajakan seperti kalung, selendang,tas dan kain motif Toraja.Hargannya berkisar Rp 50.000 ribu hingga Rp.400.000

Itulah salah satu ulasan tentang keunikan pasar bolu di  Toraja yang merupakan pasar kerbau terbesar di dunia.
Salam portal solata...