Ma'badong

Tarian upacara dari Toraja, Sulawesi Selatan yang diadakan pada upacara kematian.

Landscape Perkampungan di Toraja

Rumah adat tongkonan dan Lumbung yang berjejer membentuk suatu kesatuan yang indah dipandang mata.

Pesta Kembang Api di Bundaran Kolam Makale

Acara ini diadakan setiap tahun bersamaan dengan Lovely December.

Tengkorak Kepala Manusia di Ke'te Kesu

Pemandangan ini bisa di temukan di beberapa tempat di Toraja salah satunya di ke'te kesu, Rantepao.

Adu Kerbau "Tedong Silaga"

Acara ini bagian dari ritual adat rambu solo " Upacara Kematian " dan merupakan acara yang paling seru.

Thursday, 28 August 2014

Bagian I: Berbagai Jenis Kerbau "Tedong" yang Ada di Toraja


Berbicara tentang toraja tentunya tidak lepas dari kata unik. Toraja tanah dengan sejuta keunikan, mulai dari kuburannya yang unik-unik, cara pemakaman yang unik, kerbau yang unik-unik dan teriakan khas yang unik #aiiii...hiiii.hiii. Tapi yang akan dibahas kali ini bukan tentang teriakan khas orang toraja tapi kali ini yang akan kita bahas adalah keunikan jenis kerbau toraja.
Suasana Pasar Kerbau di Toraja

Kerbau adalah hewan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat untuk melakukan Upacara Pemakaman    “ Rambu Solo’ tak heran jika harga kerbau di toraja begitu fantastis tak seperti di daerah lain harga kerbau hanya kisaran jutaan sampai belasan juta kalau di toraja harga seekor kerbau puluhan juta bahkan sampai ratusan juta untuk kerbau kerbau tertentu dan yang paling mahal adalah kerbau saleko yang harga sampai 1 milyar rupiah”.  Pada sebuah acara pemakaman besar yang biasanya dilakukan oleh keluarga bangsawan maka pada saat itu puluhan bahkan ratusan kerbau  akan dikorbankan untuk dibagikan kepada masyarakat di kampung tempat diadakannya upacara dan kampung disekitarnya. Untuk mengadakan sebuah upacara pemakaman bangsawan ada syarat syarat tertentu untuk kerbau yang akan digunakan baik dilihat dari tanduk maupun corak warna kerbau.

Berdasarkan Pada Corak Warna Kerbau 
Corak warna kerbau merupakan hal yang paling mendasar dalam memilih kerbau untuk digunakan dalam upacara pemakaman, semakin bagus coraknya maka akan semakin mahal pula harga kerbau tersebut tentunya dengan memperhatikan beberapa hal yang mendasar pada kerbau menurut penilaian To Parengge'/Pemangku adat Toraja.
 
Berikut ini beberapa jenis kerbau ”Tedong” yang dibedakan berdasarkan corak warnanya:
Tedong Saleko
Kerbau yang satu ini merupakan jenis kerbau yang paling mahal dari semua jenis kerbau yg ada di Toraja, harga seekornya bisa mencapai 1 miliar lebih ,ciri khusus dari kerbau ini adalah kulit dengan warna dasar putih serta belang hitam,dengan tanduk kuning gading serta bola mata berwarna putih.
Tedong Saleko
Tedong bonga
Tedong bonga, menduduki peringkat kedua setelah tedong saleko, dan memiliki nilai jual yang hampir sama dengan tedong saleko yaitu ratusan juta rupiah. Perbedaan yang mendasar antara tedong saleko dan tedong bonga terletak hanya pada warna dasar kerbau,dimana tedong bonga berwarna dasar hitam dengan belang putih. Pada jenis tedong bonga masih terdapat sub jenis yang disebut Bonga Ulu artinya warna belangnya hanya terdapat pada bagian kepala.

Tedong Bonga
Lotong Boko 
Meski jenis kerbau ini terletak di urutan ke tiga namun karena jenis kerbau yang satu ini sangat langkah maka untuk soal harga kadang kala harganya hanya beda tipis dari tedong saleko,ciri mendasar dari kerbau ini hanya pada corak hitam yang menutupi punggung dengan warna dasar putih. Dalam bahasa indonesia lotong boko artinya warna hitam di punggung. Harga seekor tedong lotong boko' diatas ratusan juta rupiah.

Tedong Lotong Boko'
Tedong Todi’
Tedong Todi’ adalah kerbau yang hanya berbintik putih tepat pada dahinya. Tedong todi' ada dua macam yakni Todi dan Todi' Gara', letak perbedaannya hanya pada bola mata yang berwarna putih di sebut Todi' Gara' Harga tedong todi hampir sama tedong pudu yaitu kisaran 30 juta sampai 100 juta rupiah.

Tedong Todi'
Tedong Pudu’
Tedong Pudu seperti kerbau didaerah lain yang lebih didominasi dengan warna hitam. Jenis kerbau ini biasanya dijadikan kerbau sembelihan dan kerbau aduan karena badannya besar dan kekar. Tedong Pudu biasanya digunakan dalam acara Ma’pasilaga yang merupakan salah satu rangkaian upacara rambu solo. Tedong pudu memiliki harga yang sangat bervariasi biasanya akan lebih dipengaruhi oleh panjang tanduk, bentuk tanduk dan ukuran besar badannya, harganya berkisar 30 juta- 100 juta rupiah sedangkan untuk kerbau petarung mungkin harganya akan lebih mahal lagi.

Tedong Pudu'
Tedong Bulan 
Tedong bulan adalah jenis kerbau yang seluruh tubuhnya berwarna putih. Kalau melihat bentuk badan yang besar, tanduk kuning gading dan kulit putih mulus mungkin anda akan berfikir harganya tidak akan jauh beda dengan harga tedong saleko yang ratusan juta rupiah, tapi bagi masyarakat toraja ini adalah salah satu kerbau yang termasuk dalam kasta terendah dan harganya pun tidak terlalu mahal.
Tedong Bulan
Tedong Sambau
Tedong Sambau merupakan jenis kerbau paling murah. Tedong Sambau berwarna abu-abu atau putih seperti kebo bule di Solo. Berbeda dengan kerbau bule di keraton solo yang dikeramatkan, justru di toraja tedong sambau termasuk dalam kasta terendah dan harganya pun paling murah diantara jenis-jenis kerbau lainnya yaitu sekitar belasan juta rupiah.
Tedong Sambao'


Itulah beberapa jenis kerbau yang dilihat dari corak warna kerbau.


Sumber: http://doddyg.blogspot.com/
Foto: Komunitas Pencinta Tedong Toraya