Friday, 14 February 2014

Peresmian Anjungan Toraja di Losari





Pemerintah Kota Makassar akhirnya merampungkan semua pembangunan anjungan di Pantai Losari. Anjungan terakhir yang dibangun adalah Anjungan Toraja-Mandar.

Dengan demikian, terdapat tiga anjungan yang kini menjadi ikon Pantai Losari. Selain Toraja-Mandar, sebelumnya sudah ada Anjungan Bugis-Makassar dan Anjungan Pantai Losari. Khusus Anjungan MToraja-Mandar, peresmiannya dilakukan secara meriah dengan menghadirkan karnaval adat Toraja, Sabtu, 11 Januari.

Persoalan yang mencuat pasca pembangunan tiga anjungan tersebut, yakni perawatannya. Jika tak ada rasa memiliki dari semua warga Kota Makassar, maka ketiga anjungan yang dibangun dengan menghabiskan uang rakyat ratusan miliar itu, akan mubazir. Padahal, ketiganya merupakan simbol etnis di Sulsel yang tinggal di Kota Makassar.

"Kita harapkan semua warga memiliki kesadaran untuk bersama-sama menjaga anjungan ini. Ini aset kita bersama dan tanggungjab kita semua," ujar Wali Kota Makassar saat membawakan sambutan syukuran atas selesainya pembangunan Anjungan Toraja-Mandar di Pantai Losari, kemarin.

Menurut Ilham, semua yang ada di anjungan merupakan tanggung jawab semua pihak untuk menjaganya dengan alasan, objek wisata tersebut merupakan milik bersama. Jika tak ada kesadaran kolektif, maka nasibnya akan cepat rusak dan semrawut. Padahal anjungan merupakan kebanggaan baru Kota Makassar.

Ilham optimis, masyarakat akan secara bersama-sama mempertanggungjawabkan keberadaan semua anjungan di Pantai Losari, kendati itu butuh waktu perlahan-lahan untuk mengubah kebiasaan mereka. Termasuk masalah kebersihan, sudah saatnya masyarakat bersama-sama menjaganya karena di banyak titik, disediakan banyak kotak sampah.

Ketua panitia syukuran atas selesainya Anjungan Toraja-Mandar, Daniel Pakambanan, mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur. Masyarakat Toraja di Kota Makassar, sangat mengapresiasi hadirnya anjungan yang merupakan pengakuan atas eksistensi mereka sebagai salah satu etnis besar di Makassar.

Ia mengungkapkan, sumber pembiayaan untuk kegiatam ini murni dari partisipasi warga Toraja dan Mandar. Tidak ada sumbangan dari pemerintah untuk acara syukuran tersebut. "Ini bermula dari rapat kecil. Lalu kita sepakat menyatukan pendapat untuk menggelar syukuran," katanya.



Kegiatan ini diisi dengan sejumlah pertunjukan seni dan pementasan khas Toraja dan Mamasa. Ada Tari Paondo sebagai ucapan rasa syukur dan Tari Mabugi yang juga bermakna sama. Ada juga kasidah etnis, serta tari-tarian lainnya.

Penasehat bidang tata ruang wali kota sekaligus Wali Kota Makassar terpilih, Muh Ramdhan "Danny" Pomanto, mengatakan, Anjungan Toraja Mandar merupakan miniatur Toraja dan Mandar di Kota Makassar. Ia memuji Toraja yang menurutnya, merupakan puncak arsitektur lokal terbaik di dunia.

"Jadi jika ada wisatawan datang ke Makassar, sebelum ke Toraja, inilah (anjungan Toraja-Mandar, red) katalognya," ujar Danny. Kegiatan ini dihadiri para tokoh masyarakat Toraja dan Mandar, termasuk pimpinan SKPD Pemkot Makassar.


 Sumber : fajar.co.id 
Back To Home

0 komentar:

Post a Comment