Ma'badong

Tarian upacara dari Toraja, Sulawesi Selatan yang diadakan pada upacara kematian.

Landscape Perkampungan di Toraja

Rumah adat tongkonan dan Lumbung yang berjejer membentuk suatu kesatuan yang indah dipandang mata.

Pesta Kembang Api di Bundaran Kolam Makale

Acara ini diadakan setiap tahun bersamaan dengan Lovely December.

Tengkorak Kepala Manusia di Ke'te Kesu

Pemandangan ini bisa di temukan di beberapa tempat di Toraja salah satunya di ke'te kesu, Rantepao.

Adu Kerbau "Tedong Silaga"

Acara ini bagian dari ritual adat rambu solo " Upacara Kematian " dan merupakan acara yang paling seru.

Tuesday, 18 February 2014

10 Jenis Hantu Yang Ada di Sekitar Kita

Berikut ini jenis jenis hantu yang ada di sekitar kita tetapi kia tidak menyadari kehadiran mereka yang sementara memperhatikan kita.

1. Kuntilanak

Sosok kuntilanak digambarkan dalam bentuk wanita cantik. Kuntilanak digambarkan senang meneror penduduk kampung untuk menuntut balas. Kuntilanak sewaktu muncul selalu diiringi harum bunga kamboja. Konon laki-laki yang tidak berhati-hati bisa dibunuh sesudah kuntilanak berubah wujud menjadi penghisap darah. Kuntilanak juga senang menyantap bayi dan melukai wanita hamil. Dalam cerita seram dan film horor di televisi Malaysia, kuntilanak digambarkan membunuh mangsa dengan cara menghisap darah di bagian tengkuk, seperti vampir. Agak berbeda dengan gambaran menurut tradisi Melayu, kuntilanak menurut tradisi Sunda tidak memiliki lubang di punggung dan hanya mengganggu dengan penampakan saja. Jenis yang memiliki lubang di punggung sebagaimana deskripsi di atas disebut sundel bolong. Kuntilanak konon juga menyukai pohon tertentu sebagai tempat “bersemayam”.


2. Sundel Bolong

Sundel bolong dalam mitos hantu Indonesia digambarkan dengan wanita berambut panjang dan bergaun panjang warna putih. Digambarkan pula terdapat bentukan bolong di bagian punggung yang sedikit tertutup rambut panjangnya sehingga organ-organ tubuh bagian perut terlihat. Dimitoskan hantu sundel bolong mati karena diperkosa dan melahirkan anaknya dari dalam kubur. Biasanya sundel bolong juga diceritakan suka mengambil bayi-bayi yang baru saja dilahirkan.

3. Tuyul

Tuyul (bahasa Jawa: thuyul) dalam mitologi Nusantara, terutama di Pulau Jawa, adalah makhluk halus berwujud anak kecil atau orang kerdil dengan kepala gundul. Penggambaran lainnya yang tidak disepakati semua orang adalah kulit berwarna keperakan, bersifat sosial (dalam pengertian memiliki masyarakat dan pemimpin), serta bersuara seperti anak ayam. Tuyul dapat dipekerjakan oleh seorang majikan manusia untuk alasan tertentu, terutama mencuri (uang). Untuk menangkal tuyul, orang memasang yuyu di sejumlah sudut rumah karena tuyul dipercaya menyukai yuyu sehingga ia lupa akan tugas yang dibebankan pemiliknya. Kejadian tuyul dipercaya berasal dari janin orang yang keguguran atau bayi yang mati ketika lahir. Karena berasal dari bayi, karakter tuyul juga seperti anak-anak: gemar bermain (seperti laporan orang melihat sejumlah tuyul bermain pada tengah malam).

4. Pocong

Penggambaran pocongkk bervariasi. Dikatakan, pocongkk memiliki wajah berwarnah hijau dengan mata yang kosong. Penggambaran lain menyatakan, pocongkk berwajah rata dan memiliki lubang mata berongga atau tertutup kapas dengan wajah putih pucat. Mereka yang percaya akan adanya hantu ini beranggapan, pocongkk merupakan bentuk protes dari si mati yang terlupa dibuka ikatan kafannya sebelum kuburnya ditutup. Meskipun pocongkk dalam film-film sering digambarkan bergerak melompat-lompat, mitos tentang pocongkk malah menyatakan pocongkk bergerak melayang-layang. Hal ini bisa dimaklumi, sebab di film-film pemeran pocongkk tidak bisa menggerakkan kakinya sehingga berjalannya harus melompat-lompat. Kepercayaan akan adanya hantu pocongkk hanya berkembang di Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatera. Walaupun penggambarannya mengikuti tradisi muslim, umat beragama lain pun ternyata dapat mengakui eksistensi hantu ini.

5. Genderuwo

Genderuwo adalah sejenis bangsa jin atau makhluk halus yang berwujud manusia mirip kera yang bertubuh besar dan kekar dengan warna kulit hitam kemerahan, tubuhnya ditutupi rambut lebat yang tumbuh di sekujur tubuh. Genderuwo terutama dikenal dalam masyarakat di Pulau Jawa (orang Sunda menyebutnya “gandaruwo” dan orang Jawa menyebutnya “gendruwo”). Habitat hunian kegemarannya adalah batu berair, bangunan tua, pohon besar teduh atau sudut-sudut yang lembab sepi dan gelap. Pusat domisili makhluk ini dipercaya berada di Hutan Jati Donoloyo, kecamatan Sloghimo, sekitar 60 km di sebelah timur Wonogiri, dan di wilayah Lemah Putih, Purwosari, Girimulyo, Kulon Progo sekitar 60 km ke barat Yogyakarta.

6. Wewe Gombel

Wewe Gombel adalah sebuah istilah dalam tradisi Jawa yang berarti roh jahat atau hantu yang suka mencuri anak-anak, tapi tidak mencelakainya. Konon anak yang dicuri biasanya anak-anak yang ditelantarkan dan diabaikan oleh orang tuanya. Wewe Gombel biasanya akan menakut-nakuti orang tua si anak atas sikap dan perlakuannya kepada anaknya sampai mereka sadar. Bila mereka telah sadar, Wewe Gombel akan mengembalikan anaknya. Menurut cerita, Wewe Gombel adalah roh dari seorang wanita yang meninggal bunuh diri lantaran dikejar masyarakat karena telah membunuh suaminya. Peristiwa itu terjadi setelah suami dari wanita itu berselingkuh dengan wanita lain. Sang suami melakukan hal itu karena istrinya tak bisa memberikan anak yang sangat diharapkannya. Akhirnya ia dijauhi dan dibenci suaminya lalu dikucilkan sampai menjadi gila dan gembel. Disebut Wewe gombel karena kejadian in terjadi di daerah Gombel, Semarang. Jika kita berkendaraan dari arah jatingaleh ke arah banyumanik, maka akan terlihat bekas iklan bir bintang. Di situlah konon letak lokasi wewe gombel berada. Beberapa orang menyebutkan bahwa lokasi tersebut adalah lokasi kerajaan hantu. Menurut cerita itu pula, hal itu yang menyebabkan sebuah hotel yang terletak di dalam lokasi bukit gombel menjadi bangkrut.

7. Leak

Dalam mitologi Bali, Leak adalah penyihir jahat. Le artinya penyihir dan ak artinya jahat. Leak hanya bisa dilihat di malam hari oleh para dukun pemburu leak. Di siang hari ia tampak seperti manusia biasa, sedangkan pada malam hari ia berada di kuburan untuk mencari organ-organ dalam tubuh manusia yang digunakannya untuk membuat ramuan sihir. Ramuan sihir itu dapat mengubah bentuk leak menjadi seekor harimau, kera, babi atau menjadi seperti Rangda. Bila perlu ia juga dapat mengambil organ dari orang hidup.

8. Rangda

Rangda adalah ratu dari para leak dalam mitologi Bali. Makhluk yang menakutkan ini diceritakan sering menculik dan memakan anak kecil serta memimpin pasukan nenek sihir jahat melawan Barong, yang merupakan simbol kekuatan baik. Diceritakan bahwa kemungkinan besar Rangda berasal dari ratu Manendradatta yang hidup di pulau Jawa pada abad yang ke-11. Ia diasingkan oleh raja Dharmodayana karena dituduh melakukan perbuatan sihir terhadap permaisuri kedua raja tersebut. Menurut legenda, ia membalas dendam dengan membunuh setengah kerajaan tersebut, yang kemudian menjadi miliknya serta milik putra Dharmodayana, Erlangga. Kemudian ia digantikan oleh seseorang yang bijak. Nama Rangda berarti juga janda. Rangda sangatlah penting bagi mitologi Bali. Pertempurannya melawan Barong atau melawan Erlangga sering ditampilkan dalam tari-tarian. Tari ini sangatlah populer dan merupakan warisan penting dalam tradisi Bali. Rangda digambarkan sebagai seorang wanita dengan rambut panjang yang acak-acakan serta memiliki kuku panjang. Wajahnya menakutkan dan memiliki gigi yang tajam.

9. Kuyang

Kuyang merupakan siluman berwujud kepala manusia dengan isi tubuh yang menempel tanpa kulit dan anggota badan yang dapat terbang untuk mencari darah bayi. Makhluk ini dikenal masyarakat di Kalimantan. Kuyang sebenarnya adalah manusia (wanita) yang menuntut ajaran ilmu hitam untuk mencapai kehidupan abadi. Pada siang hari, seorang kuyang akan menempuh hidup sehari-hari sebagaimana orang biasa, namun biasanya ia mengenakan pakaian jubah. Pada malam hari, kuyang akan terbang untuk mencari darah bayi atau darah persalinan untuk dihisap sebagai sarana menambah kekuatan ilmunya. Orang yang melihat kuyang terbang biasanya melihatnya seperti burung besar. Untuk menghadapinya, korban perlu menggunakan sapu ijuk atau memukulkan perabot rumah tangga seperti panci atau wajan.

10. Palasik

Palasik menurut cerita, legenda atau kepercayaan orang Minangkabau adalah sejenis makhluk gaib. Menurut kepercayaan Minangkabau, palasik bukanlah hantu tetapi manusia yang memiliki ilmu hitam tingkat tinggi. Palasik sangat ditakuti oleh ibu-ibu di di Minangkabau yang memiliki balita karena makanan palasik adalah anak bayi/balita, baik yang masih dalam kandungan ataupun yang sudah mati (dikubur), tergantung dari jenis palasik tersebut. Ilmu palasik dipercayai sifatnya turun-temurun. Apabila orang tuanya adalah seorang palasik, maka anaknya pun akan jadi palasik. Pada umumnya palasik bekerja dengan melepaskan kepalanya. Ada yang badannya yang berjalan mencari makan dan ada pula yang kepalanya yang melayang-layang mencari makan.



Saturday, 15 February 2014

Presiden SBY akan dianugerahi gelar adat Toraja

Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung menyatakan, Presiden SBY beserta rombongan saat tiba di Tana Toraja akan disambut secara adat dengan Tari Pagellu.
Selain Tari Pagellu, berbagai tarian dan kesenian tradisional
Toraja juga akan dipentaskan untuk menyambut kedatangan Presiden SBY di Tana
Toraja. Diantaranya, Manimbong, Manani, To’ Mabugi, Pa’ Suling dan Ma’ Pelle.

Presiden SBY juga akan dianugerahi gelar adat sebagai tamu kehormatan dan diterima sebagai masyarakat Toraja.

Pengukuhan gelar adat akan dilakukan oleh bupati bersama tokoh adat, tokoh masyarakat beserta pemimpin umat beragama saat prosesi penyambutan secara adat. Hanya saja,
Bupati Theofilus masih enggan membeberkan nama gelar adat Toraja yang akan
dianugerahkan kepada Presiden SBY.

“Memang ada gelar adat Toraja yang akan diberikan kepada Presiden SBY saat tiba di Toraja. Gelar untuk Presiden SBY itu sebagai tamu kehormatan dan bagian dari masyarakat Toraja,” ujar Theofilus di Makale, Kamis (13/2/2014).

Dia menyatakan, Presiden SBY akan tiba di Tana Toraja pada tanggal 19 Februari mendatang. Saat tiba di Tana Toraja, SBY langsung menuju rumah jabatan Bupati Tana
Toraja di Kota Makale. Selanjutnya, Presiden SBY beserta rombongan akan
menghadiri syukuran rumah adat Toraja sekaligus tatap muka di bundaran kolam
Makale.

Selama dua hari di Toraja, Presiden SBY beserta rombongan juga direncanakan akan mengunjungi sejumlah objek wisata.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal menerima gelar adat Toraja saat tiba di Kabupaten Tana Toraja. Rencananya, Presiden SBY tiba di Tana Toraja pada hari Rabu (19/2/2014).

Sumber: Sindonews.com

Pengembangan Objek Wisata Pango Pango di Tana Toraja

Pengunjung Menikmati Pemandangan di Pango Pango
Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tana Toraja mulai membuka kawasan wisata alam Pango-pango kepada masyarakat umum.

"Masyarakat umum sudah bebas mengunjungi objek wisata alam Pango-pango. Untuk sementara, pengunjung digratiskan masuk berwisata di Pango-pango," ujar Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung di Makale, Jumat (22/3/2013).

Dikatakan Theofilus, Pango-pango yang terletak di kecamatan Makale Selatan salah satu objek wisata alam baru yang dikembangkan menjadi objek wisata unggulan di Tana Toraja.

Wisatawan yang berkunjung ke Pango-pango bisa menikmati keindahan alam dan sejuknya udara pegunungan. Tidak hanya itu, wisatawan akan dimanjakan dengan rimbunnya hutan pinus yang masih "perawan" dan hamparan pegunungan yang mengelilingi kawasan wisata Pangopango.

Dipuncak Pangopango  yang berada pada ketinggian 1.643 meter dari permukaan laut, wisatawan bisa melihat jelas seluruh wajah kota Makale, hingga kabupaten Toraja Utara.

Pemandangan Kota Makale Dari Pango Pango.
Hutan Wisata

Bahkan, pemkab Tana Toraja berencana membangun sebuah menara ketinggian 30 meter di atas puncak agar pengunjung bisa melihat wajah kota Pare-pare dengan menggunakan teropong.

Ditengah-tengahnya terdapat sebuah gasebo tempat wisatawan beristirahat melepas lelah sambil menikmati indahnya panorama alam pegunungan. Akses jalan menuju Pangopango juga sudah bisa dilalui kendaraan roda empat. 

"Sejuknya udara pegunungan dan keindahan alam yang luar biasa indahnya siap menyambut setiap wisatawan yang datang berwisata ke Pango-pango," kata Theofilus.

Selain potensi alam, Pangopango juga menawarkan wisata agro. Tanaman yang tumbuh di sekitarnya seperti buah-buahan dan sayur mayur menambah daya tarik tempat wisata itu.

Pengunjung bisa melihat langsung  proses pembibitan, penanaman hingga proses pemetikan. Pangopango sebagai kawasan wisata agro diharapkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dan pendapatan daerah

"Wisatawan juga bisa langsung membeli buah-buahan dan sayurmayur kepada masyarakat setempat dengan cara memetik langsung di kebun di kawasan wisata angro Pangopango," kata Theofilis.

Meski sudah dibuka untuk umum, Pemkab Tana Toraja masih terus membenahi fasilitas kawasan wisata alam dan wisata agro Pangopango guna lebih memikat wisatawan domestik dan mancanegara datang berkunjung ke Pangopango. Saat ini yang dilakukan pemerintah bagaimana mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya ke kawasan wisata Pangopango.

Semakin banyak wisatawan datang, Pangopango akan makin terkenal. Setiap orang yang datang akan bercerita pengalamannya selama berada di Pangopango kepada orang lain. Cerita itu salah satu media promosi yang diyakini makin membuat orang penasaran untuk datang ke sana.

"Saya optimistis, Pangopango akan menjadi objek wisata unggulan di Toraja. Saya juga memprediksi, dalam beberapa tahun ke depan akan ada event spektakuler dilaksanakan di kawasan wisata alam dan kawasan wisata agro Pangopango" optimistis Theofilus.

Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi menyatakan Pangopango dijadikan kawasan objek wisata baru merupakan terobosan spektakuler yang dilakukan pemkab Tana Toraja dalam upaya meningkatkan pariwisata daerah.

"DPRD mendukung setiap upaya pemerintah dalam memajukan pariwisata daerah. Termasuk mengembangkan potensi daerah menjadi objek wisata baru," tandas Legislator Partai Golkar itu.

 Sumber : Sindonews.com
 Back To Baca Artikel Lainnya di SINI

Friday, 14 February 2014

Peresmian Anjungan Toraja di Losari





Pemerintah Kota Makassar akhirnya merampungkan semua pembangunan anjungan di Pantai Losari. Anjungan terakhir yang dibangun adalah Anjungan Toraja-Mandar.

Dengan demikian, terdapat tiga anjungan yang kini menjadi ikon Pantai Losari. Selain Toraja-Mandar, sebelumnya sudah ada Anjungan Bugis-Makassar dan Anjungan Pantai Losari. Khusus Anjungan MToraja-Mandar, peresmiannya dilakukan secara meriah dengan menghadirkan karnaval adat Toraja, Sabtu, 11 Januari.

Persoalan yang mencuat pasca pembangunan tiga anjungan tersebut, yakni perawatannya. Jika tak ada rasa memiliki dari semua warga Kota Makassar, maka ketiga anjungan yang dibangun dengan menghabiskan uang rakyat ratusan miliar itu, akan mubazir. Padahal, ketiganya merupakan simbol etnis di Sulsel yang tinggal di Kota Makassar.

"Kita harapkan semua warga memiliki kesadaran untuk bersama-sama menjaga anjungan ini. Ini aset kita bersama dan tanggungjab kita semua," ujar Wali Kota Makassar saat membawakan sambutan syukuran atas selesainya pembangunan Anjungan Toraja-Mandar di Pantai Losari, kemarin.

Menurut Ilham, semua yang ada di anjungan merupakan tanggung jawab semua pihak untuk menjaganya dengan alasan, objek wisata tersebut merupakan milik bersama. Jika tak ada kesadaran kolektif, maka nasibnya akan cepat rusak dan semrawut. Padahal anjungan merupakan kebanggaan baru Kota Makassar.

Ilham optimis, masyarakat akan secara bersama-sama mempertanggungjawabkan keberadaan semua anjungan di Pantai Losari, kendati itu butuh waktu perlahan-lahan untuk mengubah kebiasaan mereka. Termasuk masalah kebersihan, sudah saatnya masyarakat bersama-sama menjaganya karena di banyak titik, disediakan banyak kotak sampah.

Ketua panitia syukuran atas selesainya Anjungan Toraja-Mandar, Daniel Pakambanan, mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur. Masyarakat Toraja di Kota Makassar, sangat mengapresiasi hadirnya anjungan yang merupakan pengakuan atas eksistensi mereka sebagai salah satu etnis besar di Makassar.

Ia mengungkapkan, sumber pembiayaan untuk kegiatam ini murni dari partisipasi warga Toraja dan Mandar. Tidak ada sumbangan dari pemerintah untuk acara syukuran tersebut. "Ini bermula dari rapat kecil. Lalu kita sepakat menyatukan pendapat untuk menggelar syukuran," katanya.



Kegiatan ini diisi dengan sejumlah pertunjukan seni dan pementasan khas Toraja dan Mamasa. Ada Tari Paondo sebagai ucapan rasa syukur dan Tari Mabugi yang juga bermakna sama. Ada juga kasidah etnis, serta tari-tarian lainnya.

Penasehat bidang tata ruang wali kota sekaligus Wali Kota Makassar terpilih, Muh Ramdhan "Danny" Pomanto, mengatakan, Anjungan Toraja Mandar merupakan miniatur Toraja dan Mandar di Kota Makassar. Ia memuji Toraja yang menurutnya, merupakan puncak arsitektur lokal terbaik di dunia.

"Jadi jika ada wisatawan datang ke Makassar, sebelum ke Toraja, inilah (anjungan Toraja-Mandar, red) katalognya," ujar Danny. Kegiatan ini dihadiri para tokoh masyarakat Toraja dan Mandar, termasuk pimpinan SKPD Pemkot Makassar.


 Sumber : fajar.co.id 
Back To Home

Monday, 10 February 2014

7 Tempat Teraneh di Dunia

1. Dry valleys (antartica)
Dry Valleys ini adalah lembah yang misterius karena letaknya di kutub antartika tetapi sama sekali tidak ber-es sehingga terlihat terisolasi dari yang lainnya. Malah lembah ini memiliki permukaan tanah yang bertabur dengan kerikil tandus sehingga terlihat mirip sekali dengan planet mars. Suatu pemandangan alam yang sangat mempesona. 

2. Socotra island (indian ocean)
Penduduk dipulau ini hanya sekitar 40.000 orang. Nama Socotra itu sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya Pulau Kebahagiaan. Pulau yang terletak di negara Yaman ini banyak pohon dan tumbuhan sehingga termasuk dalam kategori flora endemis, yang artinya tidak akan pernah ditemukan di tempat lain di dunia selain di pulau Socotra. Bahkan ada beberapa varietas yang diprediksikan telah mencapai usia 20 juta tahun. Walaupun sangat indah dan menarik, Pulau Socotra ini tidak merupakan tujuan wisata karena suhunya yang mencapai 40 derajat celcius. Selain ini pulau tersebut dilindungi kelestarian nya oleh UNESCO.

3. Rio Tinto (Spanyol)
Apabila anda berada ditempat ini maka serasa seperti berada di bulan. Walaupun indah, tempat ini berbahaya untuk ditinggalin karena merupakan kawasan pertambangan yg maha luas meliputi gunung dan lembah. Oleh sebab itu, penduduk yang mendiami daerah tersebut terpaksa harus dipindah ke tempat lain. Pemerintah membangun sebuah kota baru untuk penduduk tersebut yang tidak jauh dari tempat aslinya.

4. Kliluk, the Spotted Lake (Canada)
Danau Spotted yang terletak di Kanada konon mempunyai banyak warna dan bisa berganti pada saat pergantian musim. Ketika musim panas, air danau ini mengering sehingga memperlihatkan isi dari danau yang mengandung berbagai jenis tambang. Danau ini disebut sebut sebagai tempat paling tinggi kandungan delapan jenis tambang di antaranya magnesium sulphate (garam Epsom), kalsium dan sodium sulphates, juga perak dan titanium. Dengan banyaknya kandungan tambang ini maka dipercayai berendam di danau ini akan menyebuhkan banyak penyakit.

5. Salar de Uyuni (Bolivia)
Pemandangan Salar de Uyuni Bolivia sungguh indah seperti di dalam khayangan. Tempat ini adalah merupakan gurun garam terbesar di dunia, gunung api tinggi, serta sumber air panas yang terkenal. Bayangkan di dalam satu tempat bisa terdapat tiga hal yang spektakuler membuat tempat ini cukup aneh seolah kita tidak berada di planet bumi. 

6. Vale da Lua (Brazil)
Vale da Lua berarti lembah bulan adalah kolam renang alami yang terbentuk karena pengikisan air. Bentuknya tersebut benar-benar terlihat seperti bebatuan di luar angkasa.

7. Beppu, (Jepang)
Sesuai dengan namanya tempat ini terlihat seperti berdarah dan dijuluk sebagai satu dari sembilan �neraka� (jigoku) Beppu, Jepang. Air terjun ini merupakan sumber air panas dengan suhu yang amat sangat panas dan mengandung banyak zat besi. 


Semoga bermanfaat..


Wednesday, 5 February 2014

Uniknya "Tedong Silaga" Bufallo Fight di Toraja



Hari beranjak siang saat ribuan orang menyemut menuju tanah lapang di Desa Tiromanda, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, akhir tahun lalu. Mereka datang dari sejumlah wilayah di sekitar Toraja untuk menyaksikan mapasilaga tedong atau adu kerbau.
Acara digelar dalam ritual rambu solo atau upacara penguburan jenazah Bertha Mingu Kala’lembang, salah seorang keluarga bangsawan Toraja. Mapasilaga tedong dilangsungkan untuk memberikan penghiburan kepada keluarga yang berduka.
 
Saat kerbau atau tedong saling unjuk kekuatan di arena, sering kali para penonton merangsek untuk memberi dukungan. Selain itu, penonton yang ditabrak kerbau juga mewarnai ajang tersebut.Ajang adu kerbau, selain menjadi bagian dari ritual adat rambu solo, juga digunakan sebagai ajang taruhan. Para petaruh berkeliling sambil membawa segepok uang, menantang taruhan untuk kerbau yang tengah diadu meskipun pada awal lomba panitia sudah mengumumkan larangan untuk bertaruh.
 
Kerbau yang sering menang dalam adu kerbau harganya setara dengan harga mobil. Bagi masyarakat Toraja, kerbau memiliki posisi istimewa dan menjadi salah satu simbol prestise dan kemakmuran.

Foto Adu Kerbau
Sumber Foto: 
Komunitas Pencinta Tedong Silaga
Komunitas Pencinta Tedong Toraya