Monday, 25 November 2013

Monumen Pasadena Segera Direvitalisasi

MAKALE - Tidak lama lagi, masyarakat kota Makale akan memiliki fasilitas taman dan alun-alun kota. Pemerintah berencana merevitalisasi kawasan Monumen Pasadena, yang terletak di kota lama, menjadi taman kota.“Tahun depan kita sudah realisasikan hal itu (revitalisasi),” ujar Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, kepada Palopo Pos, Jumat 22 November kemarin.
Untuk kepentingan taman kota itu, beberapa bangunan yang ada di kawasan Monumen Pasadena akan dirobohkan. Kantor Dinas Kehutanan, Perpustakaan Daerah, dan studio Radio Pemerintah Kabupaten (RPK) FM, adalah bangunan-bangunan yang akan dibongkar. Ketiga kantor ini merupakan bekas Puspenmas Tana Toraja pada masa lalu.
“Beberapa kantor itu akan kita pindahkan ke bangunan milik pemerintah di tempat lain,” urainya lebih lanjut.
Theofilus mengatakan, untuk merevitalisasi kawasan Monumen Pasadena menjadi taman kota, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar yang berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Dia menjelaskan, taman kota yang berdampingan dengan kolam Makale, ini akan mengemban fungsi ekologis dan sosial dan lingkungan. Di satu sisi, taman akan menjadi arena bermain dan rekreasi bagi masyarakat, juga menekan polusi udara akibat gas buang kendaraan. Di sisi lain, alun-alun kota akan berfungsi sebagai lokasi pertunjukan musik, pagelaran budaya, dan fungsi-fungsi sosial lainnya.
Diuraikan, taman kota adalah penjaga kualitas lingkungan kota. Dengan adanya penghijauan maka taman kota dapat berfungsi sebagai paru-paru kota yang menghasilkan banyak O2, filter debu dan asap kendaraan bermotor, sehingga dapat meminimalisir polusi udara, tempat penyimpanan air tanah, sehingga mencegah datangnya banjir dan erosi serta menjamin pasokan air tanah. Bisa juga menjadi peredam alami kebisingan kota yang padat aktivitas, sebagai tempat komunikasi sosial, sarana olahraga, bermain, dan rekreasi.
“Juga menjadi landmark sebuah kota dan menambah nilai estetika sebuah lingkungan sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi kota Makale,” jelasnya.
Kota Makale, kata Theofilus, sangat membutuhkan ruang terbuka atau taman kota bagi masyarakat. Karena selama ini belum ada ruang yang difungsikan sebagai taman kota, selain kolam dan taman PKK. “Untuk itu kita akan tambah lagi area terbuka bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas-aktivitas sosial,” tandasnya.(rp6/rhm/d)


 Sumber:  Polopo Pos

1 comment:

  1. Semoga Lancar... Tanpa Korupsi.

    ReplyDelete